Perjalanan terberat yang pernah kulalui selama beberapa kali naik gunung.
Mount Butak 2868 mdpl.
20 Desember 2014, memulai perjalan seperti biasa tidak ada yang ganjil.
Cuacapun terlihat cerah.
Sampai tempat parkir di desa Toyomerto (desa terakhir) jam 08.30. Jam 09.00 start.
Pemandangan bagus dan cuaca cerah,
Sampai pos 1 jam 11.00 kabut membawa butiran air menyerang tiba2, kamipun menggunakan jas hujan.
Awal dari bencanapun dimulai,
Setelah pos 1 ada jalur yang dinamakan tanjakan mentek,benar-benar tanjakan dengkul ketemu kepala, jalan licin, jalur yang berat.
dan kedua paha dan kaki saya keram.
Padahal perjalanan belum ada setengahnya.
Ditemani mas firman dan mas anas, saya berada paling belakang.
Setelah makan siang disambut hujan deras,
jas hujan saya tembus,
badan drop,
kaki kaku alias keram,
Awalnya diperkirakan maksimal sampai jam 3 sore ternyata harus molor akibat beratnya medan dan cuaca.
sampai jam 4pun suhu udara mulai dingin dan rasanya perjalan masih jauh keadaan mulai gelap,Hanya tanjakan yang tanpa terlihat ujungnya.
Mungkin ini salah satu titik balik hidup saya.
Mulai merenungkan banyak hal, mulai dari mengapa saya tidak menyiapkan fisik saya.
Sampai sampai hal seperti masa depan terlintas di kepala saya dan terbayang wajah-wajah orang yang saya sayangi.
benar-benar tidak fokus akibat kelelahan.
Saya hanya berpikir bagaimana bejalan terus walaupun pelan seperti mesin diesel, s
etiap melihat jalur yang menanjak tak berujung saya mulai putus asa. Kemudian saya berpikir untuk tidak melihat ke atas/depan, melainkan melihat ke bawah,
melihat sepatu yang sangat berat dilangkahkan karena menampung air hujan yang sangat deras, dan ternyata memang benar mata atau penglihatan memegang peranan penting untuk otak.
Mungkin benar, orang-orang yang berani, salah satunya karena dia tidak melihat risiko apa yang sebenarnya menghadang, sehingga dia menjadi berani.
Saya hanya melihat sepatu saya.
karena melihat ke depan akan meruntuhkan badan saya.
dan membaca al fatihah dan terus berjalan tanpa berhenti.
Dan ternyata tepat pukul 5 sore saya melihat kedepan dan saya melihat savana dimana kami akan mendirikan tenda, saya disambut teman2 saya tg sudah lebih dulu mencapai tenda. Sebuah perjalananan spiritual yang Inshaa Allah membuat saya lebih baik lagi,
![]() |
| Full Crews of BBC |








0 comments:
Post a Comment